Hadapi Tantangan MEA : DPRD Riau Dorong Terciptanya Regulasi Tenaga Kesehatan

Hadapi Tantangan MEA : DPRD Riau Dorong Terciptanya Regulasi Tenaga Kesehatan
Jasa Pembuatan Web Murah
Miliki website profesional untuk bisnis anda, Mobile & SEO Friendly
http://riauwebdesign.com

Portal Berita Riau
Portal Berita Riau, terupdate dan Terkini, Informasi Riau Terpercaya!
http://berita.riauniaga.com

Situs Iklan Gratis Pekanbaru
Pasang Iklan Usaha anda saat ini juga di riauniaga.com, GRATIS 100%
http://raiuniaga.com

Belajar Bisnis Internet Gratis
Anda ingin mendapatkan penghasilan dari internet? mari belajar bersama kami...
http://fullblogging.com

Ads by UKMriau

Hadapi Tantangan MEA : DPRD Riau Dorong Terciptanya Regulasi Tenaga Kesehatan. Pekanbaru –  Ikatan Pemuda Mahasiswa Kesehatan Riau (IPM-KesRI) Taja seminar Nasional mengenai tantangan dan peluang tenaga kesehatan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asen (MEA).

Agenda yang dihadiri oleh Profesor. Dr. acobat Ganji dan Wakil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini dilaksanakan di Ruang seminar pustaka wilayah.

Acobat menjelaskan bahwa Pemuda harus taklukan tantangan MEA dengan menepa diri, meningkatkan kapasitas dan profesionalisme. Untuk itu diperlukan 3 strategi dalam menghadapi MEA ini.

“Saya kira perlu dipersiapkan kesiapan Institusi kesehatan, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan dan kesiapan institusi pemerintah,” ujarnya, kemaren (6/8/16).

Dalam persiapan institusi kesehatan dibutuhkan Akreditasi di institusi pendidikan dimana berstandarkan akreditasi yaitu Internasional Organization for Standardization (ISO) dan Joint Commision International (JCI).

#Rekomendasi :   Jenis Bisnis UKM Yang Menjanjikan

Selain itu juga perlu adanya akreditasi di fasilitas pelayanan kesehatan dimana rumah sakit menggunakan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), ISO dan JCI. Sedangkan Puskesmas menggunakan KAPP dan ISO.

Tidak hanya itu, menurutnya, SDM kesehatan harus berkompetensi standar internasional dengan melakukan peningkatan teknis medis , kerja sama dan penguasaan bahasa. Sementara pemerintah dari Kemenkes, Badan BPOM, Menaker, 32 Dinas Kesehatan Seluruh Provinsi di Indonesia dan 154 kabupaten/kota di Indonesia.

Tambahnya lagi, secara khusus hal yang paling penting dilakukan adalah meningkatkan pelayanan cepat dan nyaman, penguasaan bahasa, keterampilan penggunaan teknologi, sistem informasi pasien, pelayanan kontinum, peningkatan rumah sakit, sistem pembayaran, pengawasab file pasien, sistem pengobatan, surveylans, sistem pengamanan/proteksi, pengendalian Infeksi, modifikasi tarif medis, komunikasi dan persiapan emergensi.

Mendukung pernyataan dari Acobat, Wakil DPRD, Noviwaldy Jusman menuturkan perlunya regulasi terkait tenaga kesehatan dalam menghadapi MEA. Sebab, sampai saat ini belum ada peraturan daerah yang disusun terkait tenaga kesehatan dalam rangka MEA.

“Kedepan DPRD akan mendorong terciptanya regulasi terkait tenaga kesehatan khususnya di Provinsi Riau,” sambungnya mengakhiri. R24/ntg

Sumber : riau24.com

About Admin UKMriau

UKM Riau - Portal Media Informasi, Info Peluang Usaha, Bisnis UKM Riau Dan Direktori UKM Pekanbaru Riau Berbasis MEA
Go online kan Usaha UKM anda mulai dari sekarang, Kami siap membantu usaha anda Online secara profesional dan terukur. UKM Riau bekerjasama RWD ( Riau Web Design ) dalam Program 1000 UKM Riau Go Online. Visit : http://www.riauwebdesign.com

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai